Balon udara dan layang – layang terbang bebas bagi operasional penerbangan sangatlah berbahaya karenanya dapat mengganggu, membahayakan dan mengancam keselamatan serta keamanan baik pesawat itu sendiri maupun penumpang.

Kemungkinan yang akan terjadi pada pesawat, yaitu:

  1. Tersangkutnya di sayap dan ekor pesawat mengakibatkan pesawat susah dikendalikan atau hilang kendali;
  2. Menutupi bagian depan atau pandangan penerbang (pilot) mengakibatkan penerbang (pilot) kesulitan mendapat visual guidance dalam pendaratan;
  3. Menutupi Pitot Static Tube Sensor mengakibatkan informasi ketinggian dan kecepatan pesawat tidak akurat; dan
  4. Masuk ke dalam mesin pesawat mengakibatkan mesin pesawat mati, terbakar hingga meledak.

Dalam UU No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan, diantaranya:

  1. Pasal 210 – Setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara;
  2. Pasal 421 – (1) Setiap orang berada di daerah tertentu di bandara udara tanpa memperoleh izin dari otoritas bandar udara dipiddana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 100,000,000.- (seratus juta rupiah); (2) Setiap orang membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1,000,000,000.- (satu miliar rupiah).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *